Abstraction – Creation // Towards The Days of Tommorow –  Menyongsong Hari Esok

Abstraction – Creation // Towards The Days of Tommorow – Menyongsong Hari Esok

Abstrak 1.tidak berwujud; tidak berbentuk; mujarad;niskala; 2.Ringkasan, inti, ikhtisar (karangan, laporan dan sebagainya). 3. Dalam seni rupa berarti ciptaan-ciptaan yang terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang sama sekali terbebas dari ilusi atas bentuk-bentuk di alam, tetapi secara lebih umum, adalah seni dimana bentuk-bentuk alam itu bukan berfungsi sebagai objek ataupun tema yang harus dibawakan, melainkan sebagai motif saja. Seni abstrak juga disebut seni nonrepresentasional. Ada pula yang menamakannya sebagai ornament tanpa representasi figurative yang terjadi di banyak kebudayaan. Non konsep, non objek dan non teknik  adalah kredo yang dimunculkan Nashar, seorang maestro seni abstrak Indonesia. Seni Abstrak sendiri muncul pertama abad 19 di Eropa.

 

 

Pada satu sore saya berkunjung ke rumah bapak Nasirun, seniman termasyur di kota — bahkan Negara ini untuk karya lukis dan instalasinya yang erat dengan corak tradisi dan sinkretisme jawa serta nasional. Ini bukanlah kali pertama untuk saya bekerja dengan beliau, setidaknya ini adalah pameran kelima yang saya kerjakan dengan keterlibatan beliau didalamnya.

Sebagai seorang muda, saya merasa terhormat bekerja dengan beliau. Sosok seniman yang punya nilai tinggi. Tidak hanya secara corak visual, kemmapuan teknik, eksplorasi mediumnya tapi bagaimana dirinya memetakan konsep pikir serta strategi estetikanya. Bagaimana sikap-sikap dibangun.

Saya mulai dengan pertanyaan, Pak menurut bapak bagaimaa posisi seni tradisi di era kontemporer ini? Jawabnya, Jadi penonton di negeri sendiri mbak. Kita sudah kehilangan kesadaran kolektif, satu-satunya penjaga kebudayaan dan tradisi kita saat ini adalah pasar klitikan.

Seni adalah soal identitas, anda bisa melihat karya-karya Fadjar sidik. Dan anda akan dapat melihat perwajahan seni kontemporer sekaligus rupa seni Indonesia disana. Menilik sejarah seni rupa kita, ketika di masa itu pun di ASRI banyak isme-isme yang bermunculan. Ini adalah fenomena yang mengkhawatirkan fadjar sidik.

Diluar itu, lepas dari itu seni modern kita masih menuai kontroversi. Beberapa akademisi masih percaya bahwa Raden Saleh-lah pelopor modernism tersebut. Disisi lain, para praktisi percaya bahwa seni modern Indonesia jauh menyoal urusan rakyat seperti yang ditasbihkan oleh Soedjojono dan Persagi.

Tapi hemat saya, saya boleh katakana bahwa Raden Saleh tentu saja sudah lebih dahulu modern. Bagaimana tidak, secara teknik saja ketika orang-orang di Jawa ini masih membatik dan menatah wayang, beliau telah beralih dengan melukis dengan kuas.

Saya selalu suka wayang, ini terkadang menjadi dilema. Bagaimana tidak, public kerap kali dibuat binggung untuk mendekati dan melihat saya. Citraan saya adalah seniman klenik, penuh mitos dan kekuatan magis. Saya harus  bilang, semua karya sejatinya adalah magis. Punya roh, nyawa, energy dan hidup. Namun bukan artinya itu hantu yang hinggap disana. Itu ada karya penciptanya, seniman itu sendiri.

Kembali soal wayang, ini adalah studi paling awal yang saya sadari sedari masa kanak-kanak tentang artistic atau visual. Lihat saja figure-figurnya, representasi yang sangat surreal. Juga stilisasi dari yang terdepan, yang saya yakini ini jauh lebih dahulu sebelum Picasso menemui totem2 eropa. Indonesia sudah memiliki kecenderungan visual abstrak dari sananya, demikian ujarnya.

Gaya international pelukis dan pematung yang dikembangkan di Paris sejak Februari 1931, yang didirikan oleh Auguste Herbin dan Georges Vantonglerloo. Mereka mengikuti pameran pertama seni – abtrak yang diselenggarakan tahun 1930. Kelompok ini didahului dengan munculnya kelompok Cercle et Carre yang didirikan 1930. Organisasi ini terbuka untuk semua bangsa, memiliki tipe karya dengan menggunakan bentuk dan bangun geometris. Pameran puncak mereka terjadi pada 1978 di Munster dan kemudian di Musee d’Art Moderne de la ville de paris.

Gerakan abstrak modern pada patung dan lukisan terjadi di Amerika dan Eropa dimulai sejak 1910 dan 1920. Tepatnya dimulai pada abad ke-20 ketika beberapa seniman Eropa yang membebaskan diri dari konvensi sebelumnya yang dianggap bahwa seni mengimitasi alam. Wasilly Kandinski banyak disebut sebagai seniman abstrak modern pertama dan pioneer dalam seni ini. Dari tahun 1910-1914 ia membuat karya improvisation dan composition yang merupakan gejala total abstrak. Di perancis. Kaum kubis seperti Picasso dan Braque juga mengembangkan sebuah gaya seni abstrak ; dengan gambar-gambar kolase, dan komposisi yang digambarkan sebagai imaji alam. Pada masa Robert Delaunay, aliran kubisme menjadi abstrak total, yaitu tahun 1912. Seni abstrak pada perjalanannya sejarahnya banyak memberi inspirasi atas kelahiran beberapa pola dan gaya, seperti yang dilakukan oleh Piet Mondrian, Kasimir Melevich (mereka kemudian disebut tokoh konstrukivisme), kaum futurism, neoplastisme, purism, dadaisme, abstrak ekspresionisme dan lain-lain. Pada seni patung kebebasan baru terkuak pada sosok seperti constantin Brancusi dengan karya The Kiss (1907) yang dianggap sebagai karya patung semi abstrak. Pematung kubisme Raymond Duchamp-Villon dan Jacques Lipchitz karya-karyanya mengarah pada bentuk abstrak, sebagaimana yang dilakukan kemudian Hans Arp pada aliran dadaisme.

Abstrak ekspresionisme sebuah aliran yang menumpahkan gejolak jiwa manusia yang digambarkan secara spontan/abstrak. Istilah ini merujuk pada gerakan dalam seni lukis yang paling dinamis di tahun 1940an di Amerika Serikat. Perkembangannya terjadi di New York, dengan adanya gaya ini maka orang-orang eropa untuk pertama kalinya mengarahkan pandangannya ke Amerika sebagai titik pusat perkembangan dalam seni lukis dunia. Pioneer di dalamnya antara Arshile Gorky (1905-1948), Hans Hofman (1880-1996), Jackson Pollock (1912-1956), Willem de Kooning, Tomlin, Mark Rothko dan Frans Kline. Mereka juga dapat disebut sebagai action painting atau New York School. Sumber utama gerakan ini ialah improvisasi Kandinsky yang kemudian ditambahi dengan Dadaisme Duchamp serta Surrealisme Miro dan Paul Klee.

 

 

Abstrakisme adalah sebuah aliran seni yang menggambarkan sebuah bentuk yang tidak berwujud, non figurative—abstrak.

Abstraksi, istilah ini sesungguhnya masih membingungkan, sering digunakan salah kaprah. Secara ketat “abstraksi” meliputi seni-seni dari upaya menyederhanakan sebuah objek. Banyak karya-karya seni non-Barat disebut abstrak, sebagai sebuah bentuk representasi tubuh manusia dan binatang. Abstraksi memiliki beberapa arti : 1. Proses atau perbuatan memisahkan ; 2.Proses penyusunan abstrak/kesimpulan ; 3.Metode untuk mendapatkan pengertian melalui penyaringan terhadap gejala atau peristiwa. Dalam seni rupa, proses ini kerap menjadi jalan untuk menangkap secara sederhana dari sebuah objek/peristiwa/gejala. Di abad ke-20 munculnya kubisme dianggap sebagai sebuah jalur perkembangan seni abstrak yang merespon tema lukisan stilllife. Abstraksi bentuk dan warna secara berbeda digunakan pula oleh aliran Fauvisme, kaum Orphis atau pada leger dan sebagainya. Kandinsky menggunakan abstraksi sebagai jalan untuk memurnikan ruang secara pribadi, dimana dia mengembangkan teori yang berhubungan antara bentuk, warna dan spiritualitas. Gerakan lain seperti De Stjil di Belanda, Konstrukivisme di Rusia dan Abstrak Ekspresionisme di Amerika disokong seni bentuk yang jenuh terhadap realitas. Tipe-tipe yang telah diterangkan di atas pula disebut abstrak, meskipun abstrak menjadi frase yang berbasis pada warna dan bentuk, dari pada sebuah imitasi realitas — Non objektif.

Abstraksionisme adalah sebuah aliran seni yang menggambarkan sebuah abstrak (ringkasan dari sebuah tema/objek, gejala atau peristiwa kehidupan).

 

 

 

Go Back