Kabar Buruk Dari Masa Depan

Kabar Buruk Dari Masa Depan

Apakah sesungguhnya masa depan dan apa yang akan terjadi di masa depan? Berangkat dari pertanyaan itu, kita kerap kali dihinggapi sebuah rasa cemas, kawatir dan ketakutan. Soal-soal bagaimana masa depan membawa kita nantinya? Akankah kita mampu bertahan, bertarung dan melewati itu semua dan baik-baik saja?

Dalam hari-hari ini kita besar dengan pengetahuan yang ditawarkan oleh media massa. Media massa seperti surat kabar yang menuliskan banyaknya rubric serta tajuk-tajuk yang menyebutkan banyak bencana alam, krisis moneter, peperangan, kemunculan penyakit,  epidemi global yang terus menerus muncul, mengingkatnya tingkat depresif, kriminalitas kadang membuat imaginasi kita menerawang waktu-waktu kedepan yang berakhir dengan sebuah kekecauan yang besar. Dan lagi-lagi ini menyisakan rasa kawatir.

Kembali menilik  kebelakang seperti yang mula-mula dituliskan oleh sejarah religi bahwa kehidupan akan dimulai dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Konsepsi kiamat yang diyakini sebagai sebuah akhir atas segala-galanya itu ada dan seluruh umat manusia wajib yakin bahwa setelahnya akan ada kehidupan baru. Kemudian dilanjutkan oleh bacaan pengetahuan yang menuliskan bahwa masa depan dan masa lalu adalah entitas yang disusun oleh konstruksi logis atau bahkan fiksi dan berada dalam imaginasi. Sehingga apa yang terjadi dimasa depan seperti apanya bergantung atas konstruksi logis atau imaginasi itu kita bawa. Apakah menjadi sebuah narasi yang indah ataukah menjadi sebuah kekacauan yang luar biasa.

 

 

Sebagai wakil dari generasi abad 21 yang diasuh dan dibesarkan dengan dongeng teknologi serta peradaban masa depan yang hyperealis — Alfian Pramananta, Isnain Bahar dan kahfi Eska Yusac mencoba merepresentasikan kembali kabar buruk yang diperolehnya di media melalui bahasa visual baru dalam pameran ini.  Ketiganya  akan melakukan eksposisi visual dengan mengeksplorasi peluang-peluang baru pada teknik cetak sebagai pendekatan artistiknya. Bekerja sama dengan studio cetak & Galeri “Krack!” beberapa penemuan akan penyajian karya dengan pendekatakan teknik cetak hadir pada karya ketiganya — Dengan memadukan teknik saring sekaligus penemuan teknik cetak di era digital.

Ketiganya akan melakukan pembacaan kembali tragedi-tragedi dan kondisi dystopia yang dituliskan oleh  media-media secara visual. Fenomena akan dihadirkan secara visual sebagai eksposisi atas persepsi generasinya  akan soal-soal yang terjadi di hari demi memberi sebuah  rujukan antisipasi diri demi menghadapi tantangan masa depan dan berita-berita buruk lainnya. Selamat menikmati pameran!

 

Ignatia Nilu
April, 2016

 

 

 

 

 

Go Back