[Re] – Affirmation Channels

[Re] – Affirmation Channels

Pameran ini merupakan satu bagian dari perayaan Transformaking 2015: International Summit on Critical and Transformative Making. HONF Foundation kembali menjadi  tuan rumah di tahun kesembilan untuk perayaan seni media baru dan irisannya dengan praktik & kajian interdisiplin yang sebelumnya bertajuk Cellsbutton. Di tahun ini, HONF Foundation bersama CATEC – Culture, Art & Technology Empowerment Community – menjalankan sebuah proyek serta perayaan perdana yang diagendakan bagi para pekarya/makers yang transformatif.

Makers dan praktiknya saat ini adalah wacana factual yang sedang banyak dibahas di seluruh penjuru dunia hari ini. Negara dunia barat, yang dikenal sebagai pionirnya, telah meciptakan manifesto, mulai dari wacana, kajian, ruang kerja yang dikenali dengan peristilahan makerspace atau hackerspace. Sedangkan apabila ditilik dari pemahaman atas definisi “makers”, di Indonesia dan Yogyakarta khususnya, sebenarnya sudah melakukan praksis tanpa pernah terdorong untuk mendefisinikan praktik ini bertahun-tahun.

Praktik kerja dunia hari ini telah membawa kita pada perjumpaan lintas disiplin dan jejaring yang “Global”. Kondisi yang mendorong kita pada etos Do It Yourself (DIY), Do It With Others (DIWO) dan kerja kolaboratif yang telah dilakukan oleh para pekarya ini; baik akademisi, seniman, praktisi, desainer, ilmuwan dan profesi-profesi lainnya dalam rangka menjawab tantangan dunia hari ini. Mereka melakukan praktik-praktik yang mengarah pada penguatan jejaring kerja serta distribusi pengetahuan dan desain sosial politik masyarakat yang egaliter serta mandiri.

Di dunia makers, baik yang dulu – sekarang dan yang akan datang, semangat kerja awal makers / pekarya muncul dari dorongan untuk membuat sesuatu serta menghadirkan inovasi — semangat ini pula yang kemudian memunculkan semangat DIY dan DIWO. Juga bagaimana distribusi dari hasil kerja tersebut akhirnya secara demokratis dirasakan oleh semua lapisan sosial tanpa kecuali. Hari ini, industri-industri besar telah menyerap sebagian besar hasil serta potensi para jenius dan pekarya kritis yang ada untuk kepentingan akumulasi kapital, yang dampaknya adalah terputusnya rantai  distribusi ke lapisan masyakat secara luas. Ini adalah keprihatinan yang dirasakan oleh kolektif atau praktisi di level akar rumput. Kondisi tersebut memunculkan sebuah inisiatif untuk melakukan dialog antara dua pilar pelaku di wilayah akar rumput dan industri. Pertemuan HONF Foundation dan CATEC – Culture, Art & Technology Empowerment Community –  adalah sebuah perjumpaan yang positif dan berupaya mewujudkan cita-cita tersebut melalui desain pertemuan yang mengundang praktisi dari dunia internasional untuk berkumpul serta membahasnya di Jogja, kota yang dianggap sebagai jantung kreatif, sekaligus menjadi rumah bagi para akademisi di Asia Tenggara.

 

 

Pameran kali ini melibatkan 35 karya, partisipasi dan kehadirian lebih dari 50 praktisi lintas disiplin mulai dari seniman, ilmuwan, akademisi, makers, aktivis, peneliti dan komunitas kreatif. Seluruh karya yang terpajang pada ruang pamer Jogja Nasional Museum ini adalah representasi atas delapan tema besar Transformaking yakni : Energi, Transportasi, Pangan & Agrikultur, Pendidikan, Kesehatan, Kedirgantaraan, Mitigasi Bencana & Komunikasi. Karya-karya yang dipresentasikan di sini adalah pemantik sekaligus implementasi konkrit dari para praktisi ini untuk mengajak publik luas bersama-sama merawat kehidupan demi generasi hari ini dan masa depan

Jauh dari keinginan mengejar hasil yang baku, perjumpaan ini merupakan saluran  ruang diskusi dan kebutuhan komunikasi antara seluruh kepentingan tersebut. Melalui sejumlah rancang program, tujuan yang dicapai adalah penegasan kembali atas posisi masing-masing pelaku dan praktisi serta mengembalikan semangat awal mereka untuk bekerja secara mandiri serta merawat kerja kolaboratif yang sesungguhnya telah terjadi secara organik ini agar manifestasinya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

 

Ignatia Nilu
Kurator Pameran

 

 

 

Go Back