Selamatan Masa Depan

Selamatan Masa Depan

Masa depan adalah suatu kredo manusia dan peradaban melangkah ke depan, bagaimanapun samar dan selalu tak pasti, “masa depan” selalu menjadi tujuan kolektif setiap masyarakat atau bangsa. Bisa optimis maupun pesimis, karena “masa depan” bukanlah mistik , tapi selalu mengandung jejak masa lalu dan sekarang.

Gerakan avant-garde dalam sejarah seni modern dunia menjadi suatu penanda bahwa seni, seniman dan karya seni selalu bergerak melihat masa depan. Di Indonesia, para seniman dipercaya memberi sumbangan kepada gerakan – gerakan kemerdekaan dan kebangsaan, sejak era revolusi , seperti PERSAGI di akhir 1930-an, hingga ketika munculnya Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia di era 1970-an. Maupun gerakan reformasi diakhir 1990-an. Pameran Selamatan Masa Depan (Celebration of the Future) akan menyertakan para seniman generasi muda dengan karya- karya beragam medium dengan dilandasi berbagai pemikiran, ungkapan tentang  berbagai nilai di dalam masyarakat dan masa depannya, terutama terkait dengan keberagaman nilai-nilai kemanusiaan dan budaya, reliji dan persoalan suatu bangsa di tengah pusaran globalisasi.

 

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

 

The future is a human creed and civilization would move forward, no matter how dim and uncertain it may seem, “the future” would always be the collective destination for every society or nation. Being optimistic or pessimistic is a choice for “the future” is not a mystical thing, but it contains the traces of the past and the present.

In history of world modern art, avant-garde has become a signifier of how art, artist and work always move to see the future. In Indonesia, artists are believed to be able to support the movements of independence and nationalism, since the revolution era, like PERSAGI in the 30’s, until the emergence of Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (The Indonesia New Art Movement) in 70’s. And let’s not forget the Reformation Movement in the end of 90’s.  This exhibition, Pameran Selamatan Masa Depan (Celebration of the Future) would display the works of young  artists with their various mediums based on  the diversity of thoughts, expressions about various values in society and its future, especially the ones related to the diversity of human and cultural values, religion and the problems of a nation amidst the vortex of globalization.

 

Rifky Effendy & Ignatia Nilu
Curators

 

Go Back